Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

Cara Setting Proxy Psiphon Menggunakan Proxifier

Cara setting proxy Psiphon menggunakan Proxifier tidaklah terlalu susah asalkan mau mencoba. Bagi yang sudah terbiasa dengan aplikasi ini tentunya sudah tidak asing lagi dengan Psiphon.

Ketika menggunakan Psiphon, secara otomatis koneksi internet pada system akan dirubah melalui jalur proxy yaitu HTTP dan SOCKS. Disini kita hanya akan menggunakan jalur proxy SOCKS4/SOCKS5 pada system dan browser dengan menggunakan Proxifier, tentunya dengan menonaktifkan jalur proxy otomatis dari Psiphon.

Apa saja yang diperlukan? tentu saja koneksi internet buat download aplikasinya kalau belum punya, aplikasi psiphon dan proxifier dan harus ada kemauan. Kalo belum punya silahkan di download dahulu, link download sudah saya sertakan di bawah
  1. Buka aplikasi psiphon lalu tutup (jika belum pernah menjalankan psiphon pada komputer yang digunakan, jika sudah pernah skip langsung ke step 2)

  2. Langkah kedua adalah menonaktifkan jalur proxy otomatis dari psiphon.
  3. Buka Registry Editor, klik "Start > Run >" ketik "regedit" lalu enter

    atau bisa juga lewat command prompt (cmd.exe), klik "Start > All Programs > Accessories > Command Prompt" ketik "regedit" lalu enter

    Pada Menu Registry Editor buka "HKEY_CURRENT_USER\Software\Psiphon3"

    "UserSkipProxySettings" ganti value "0" dengan "1"
    "SkipProxySettings" ganti value "0" dengan "1"  (Update 2017)

    Untuk menonaktifkan halaman pertama pada browser saat psiphon terhubung

    "UserSkipBrowser" ganti value "0" dengan "1"
    "SkipBrowser" ganti value "0" dengan "1" (Update 2017)

  4. Selanjutnya Setting Proxifier, tapi sebelumnya ada baiknya untuk memeriksa setting koneksi internet pada system  atau bisa juga di skip untuk step ini.

  5. "Klik Start > Control Panel > Internet Options"

    Klik tab "Connections", pilih network yang ingin digunakan lalu klik "Setting" (lihat gambar)

    Hilangkan centang di bawah "Proxy Server"

    Lakukan hal yang sama pada "LAN Setting" Jika tidak ada setting cukup atur LAN Setting




  6. Setting Proxifier dan Port Psiphon

  7. Buka Psiphon lalu pilih "Setelan > Port Proksi Lokal" lalu isi SOCKS dengan jalur port yang diinginkan, disini saya gunakan 5650 sebagai contoh (lihat gambar).
    Untuk Proxifier pilih "Profile > Proxy Servers > Add" "Address: 127.0.0.1" "Port: 5650 SOCKS Version 5"


"Profile > Proxification Rules > Add"

Application: "psiphon3-meek.exe; psiphon3-plonk.exe; psiphon3.exe"
Application: "psiphon-tunnel-core.exe; psiphon3.exe" (Update 2017)
Actions: "Direct"


Semoga tips yang saya berikan ini bermanfaat dan bisa digunakan dengan sebaik-baiknya.

Download Link :
Download Psiphon
Download Proxifier
Selengkapnya »

Cara Setting Boot Dari USB

USB boot adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk booting apabila komputer ataupun laptop tidak memiliki CD/DVD ROM. Selain flash disk, CD/DVD ROM dan drive eksternal juga bisa digunakan. Disini yang akan saya bahas adalah pemilihan atau pengaturan boot dari USB.

Secara default, pada komputer atau laptop yang memiliki CD/DVD ROM biasanya di setting untuk booting dari CD/DVD ROM pada urutan pertama boot pada BIOS. Setting ini diperlukan agar BIOS memeriksa apabila ada CD/DVD boot seperti instalasi windows, livecd, ataupun cd lainnya yang mendukung adanya boot atau biasa disebut dengan bootable CD/DVD. Jika BIOS tidak mendeteksi adanya bootable CD/DVD maka booting akan beralih ke drive internal yang telah terpasang sistem operasi seperti windows.

Agar komputer bisa booting melalui USB adalah dengan menyetel pilihan boot pada BIOS. Untuk itu, yang harus dilakukan adalah masuk ke menu BIOS. Tapi sebelum itu, pastikan bahwa USB drive yang akan digunakan adalah bootable USB. Jadi, harus membuat bootable USB terlebih dahulu jika menggunakan flash disk atau drive eksternal.


Baiklah, langsung saja ke langkah-langkah booting dari USB

  1. Nyalakan komputer atau restart jika sudah menyala, lalu tekan tombol "delete" beberapa kali sampai masuk ke menu BIOS.


  2. Catatan:
    • Pada tampilan awal coba perhatikan layar, biasanya akan tertera tulisan "Press DEL to run setup", jika yang tertera F10 maka tekan F10.
    • Tidak semua BIOS menggunakan tombol delete, pada laptop biasanya tombol yang digunakan adalah F2. Beberapa komputer tidak menampilkan text tersebut, dan kebanyakan terjadi pada laptop yang hanya menampilkan logo booting saja.
    • Tampilan menu BIOS akan berbeda-beda, tergantung pada BIOS yang tertanam pada motherboard.



  3. Mengatur boot order ke USB

  4. Pada langkah ini agak susah dijelaskan, karena tampilan menu BIOS sangat beragam. Lebih tepatnya jika saya katakan beda tipe, versi dan fitur BIOSnya.

    Pada pemilihan boot, perangkat USB yang tampil tergantung pada bagaimana USB akan terdeteksi oleh BIOS, apakah sebagai USB Drive/removable atau sebagai hard disk. Jika terdeteksi sebagai hard disk, yang di atur bukanlah boot ordernya melainkan urutan drive mana yang akan dipilih untuk booting pertama. Pengaturan ini ada pada drive priorities (pada gambar dibawah tertera Hard Disk Drives).

Pada gambar diatas saya atur USBnya pada "2nd Boot Device" dikarenakan CD/DVD ROM kosong dan BIOS akan mengabaikan CD/DVD karena tidak ada media boot. Gambar hanya sebagai contoh, namun pada dasarnya pengaturan boot pada BIOS kurang lebih hampir sama saja.

Setelah selesai dan pengaturan disimpan, secara default komputer akan memprioritaskan boot dari USB dan tidak perlu diatur kembali kecuali BIOS dikembalikan ke pengaturan awal. Namun tidak menutup kemungkinan apabila komputer tidak booting secara normal dan perlu diatur kembali.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk booting dari USB adalah jika BIOS dilengkapi fitur Boot Menu sehingga memungkinkan untuk memilih boot secara langsung tanpa perlu masuk ke menu BIOS.


Pada gambar diatas tertera "Press F11 for Boot Menu".


Selengkapnya »

Hidden File Tidak Bisa Dimunculkan (Windows XP)

Seringkali faktor utama yang menjadi penyebab masalah tidak bisa dimunculkannya Hidden File adalah masuknya virus, yang menyebabkan hilangnya opsi untuk membuat Hidden File supaya bisa terlihat atau dimunculkan. Dan sebagian besar masuknya virus adalah melalui internet ataupun dari USB flashdisk yang dicolokkan ke komputer publik yang biasa digunakan bersama-sama seperti komputer yang ada di sekolah, kampus, warnet dan lain sebagainya. Tentu saja kita tidak akan menyadari hal tersebut. Apalagi tidak adanya antivirus yang terpasang dan bisa jadi juga ada antivirusnya namun belum bisa mendeteksi adanya virus dikarenakan tidak di update atau virusnya merupakan jenis yang baru.

Banyak kasus hidden file tidak bisa dimunculkan, khusus yang ini adalah ketika show hidden file dipilih dan kembali lagi ke pilihan don't show hidden file. Ketika ingin memunculkan file tersembunyi, saya yakin sekali sobat tentunya sudah terbiasa dalam hal ini dan tidak perlu saya jelaskan lagi. Mungkin sobat sudah mencoba berbagai macam cara baik itu dari searching di internet ataupun dengan inisiatif sendiri, namun tidak kunjung membuahkan hasil. Salah satu cara yang bisa sobat dilakukan adalah dengan menggunakan "Registry Editor".

Langkah pertama adalah membuka "Registry Editor"

klik Start > Run > ketikkan "regedit" tanpa tanda kutip

Berikutnya buka directory registry dan cari folder di bawah ini

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\Hidden\NOHIDDEN

Double klik pada bagian "CheckedValue" lalu isikan Value Data dengan angka 1 atau 2, kemudian tutup Registry Editor dan cobalah kembali untuk menampilkan Hidden File.


Selengkapnya »

Cara Mereset Folder Options (Windows XP)

Pernah secara sengaja ataupun tidak sengaja mengedit "Folder Options" lebih tepatnya pada bagian "File Types" dan tidak tahu bagaimana cara mengembalikannya ke settingan semula. Saya ada satu trik nih untuk mengatasinya.

Sebelum itu saya akan jelaskan sedikit tentang ini apabila sobat tidak sengaja mengeditnya di bagian "File Types" ini akan berpengaruh pada saat mengklik kanan pada start menu dan bagian folder.

Baiklah langsung saja kita mulai. Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuka "Registry Editor", sudah tahukah caranya? kalo belum silahkan simak baik-baik. Pilih dan klik start kemudian pilih "Run" dan ketikkan "regedit" atau juga bisa menggunakan software seperti TuneupUtilities atau juga bisa menggunakan software antivirus SMADAV di tab Tools > Win-Force > Registry Editor (Regedit). Nah sekarang langsung menuju ke TKP di bawah ini.
  1. HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Classes\Directory\Shell
  2. Hapus semua directory/folder di dalam directory Shell
Selengkapnya »